Para Priyayi: Sebuah Novel

Para Priyayi: Sebuah Novel

Umar Kayam / Jun 18, 2019

Para Priyayi Sebuah Novel Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi sang pemula untuk membangun dinasti keluarga priyayi keci

  • Title: Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Author: Umar Kayam
  • ISBN: 9794441864
  • Page: 298
  • Format: Paperback
  • Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi sang pemula untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa.Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja KeNovel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi sang pemula untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa.Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja Ketiga anaknya melawati zaman Belanda dan zaman Jepang tumbuh sebagai guru opsir PETA dan istri asisten wedana Cita cita keluarganya berhasil Benarkah Lalu apakah sesungguhnya priyayi itu Status kelas Pandangan dunia kelas menengah elite birokrasi Sekadar gaya hidup Atau kesemuanya

    Kumpulan Judul Contoh Skripsi Bahasa dan Sastra Indonesia Contoh Skripsi Bahasa dan Sastra Indonesia Skripsi Bahasa atau biasa disebut linguistik mencakup sastra, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa serta pelajaran bahasa asing Tema yang diangkat bisa tentang upaya peningkatan kemampuan pengucapan dalam Bahasa Inggris misalnya, peningkatan keefektifan dalam belajar bahasa asing, atau dapat berupa kajian sastra yang terkandung dalam suatu karya Sejarah Wayang Golek Lestarikan Budaya Indonesia Nov , Sejarah Wayang Golek Wayang Golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat Daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang Golek. Budaya Jawa bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi Sukobumi , Pare, Kediri Jawa Timur.Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh Maret tahun Masehi.Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuna Setelah prasasti Sukabumi, ditemukan prasasti lainnya dari tahun M yang berisikan sebuah sajak yang disebut kakawin. Aida Jun MATERI SOAL DAN JAWABAN MATA KULIAH SEJARAH Pada tahun M H Ketika ibadah haji telah disyari atkan, nabi beserta sekitar Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji bukan untuk berperang Karena itu mereka tidak membawa senjata Rasulullah menyeru orang orang Arab para penduduk desa yang berada di sekitar Madinah untuk keluar bersamanya, sehingga mereka menuju Makkah dalam jumlah yang banyak. form bab scribd BAB KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA TENGGARA . IMPERIALISME BARAT DI ASIA TENGGARA IMPERIALISME dasar sesebuah Negara meluaskan pengaruh dan wilayahnya dgn menjajah Negara lain utk Ki Hadjar Dewantara bahasa Indonesia Dalam pengasingan di Belanda, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging Perhimpunan Hindia Tahun dia mendirikan Indonesisch Pers bureau, kantor berita Indonesia.Ini adalah penggunaan formal pertama dari istilah Indonesia, yang diciptakan tahun oleh ahli bahasa asal Inggeris George Windsor Earl dan pakar hukum asal Skotlandia James Kumpulan Daftar Tesis Lengkap PDF Contoh Tesis Kumpulan Daftar Tesis Lengkap PDF Kami menyediakan contoh tesis dalam format PDF dan Ms Word Ada ribuan judul contoh tesis yang bisa dipilih sebagai bahan referensi kami tidak menyarankan untuk digunakan sebagai alat plagiat.

    • Best Download [Umar Kayam] ✓ Para Priyayi: Sebuah Novel || [Romance Book] PDF Ó
      298 Umar Kayam
    • thumbnail Title: Best Download [Umar Kayam] ✓ Para Priyayi: Sebuah Novel || [Romance Book] PDF Ó
      Posted by:Umar Kayam
      Published :2018-012-06T08:46:35+00:00

    About "Umar Kayam"

      • Umar Kayam

        Many predicate have been given to Umar Kayam He was a writer, lecturer, bigscreen artist Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.Bibliography Sri Sumarah Pustaka Jaya, 1975 Para Priyayi Pustaka Jaya, 1992 Jalan Menikung Para Priyayi 2 Pustaka Jaya, 2002


    153 Comments

    1. Sejarah Indonesia ditangkap dalam novel ini secara mikroskopis dalam sejarah sebuah keluarga priyayi. Ceritanya mengalir tenang. Tanpa grusa-grusu seperti alunan gamelan Jawa yang lirih tenggelam sebagai musik latar. Meruang menciptakan semesta dimana tokoh-tokohnya mewakili individu yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku yang membuatmu menyesal ketika ia telah usai. Kenapa harus usai sih?Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, buku ini m [...]


    2. Pada akhirnya, siapakah yang disebut dengan para priyayi itu? Karena istilah ini tidak saja mencakup makna pejabat dan pamong praja, tetapi juga orang-orang dengan sikap hidup yang terhormat. Agak unik kiranya karena di bagian penghujung novel ini, penulis malah menyorot ke sosok Lantip yang aslinya hanyalah anak angkat di keluarga besar Sastrodarsono. Meskipun memiliki orang tua dengan sejarah kehidupan yang kurang baik, Lantip dapat tumbuh menjadi sosok pemuda yang lurus dan taat. Sosoknya mel [...]


    3. Bahwa priyayi adalah sebuah konsep yang tertelan ruang dan waktu.Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada lohiyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa konsep kultur jawa yang lebih luas. ada "ngen [...]


    4. I've never thought being half-javanese is interesting until I read this book. It is very beautifully written, and Umar Kayam never fails to write complex things in a simple way. It captures the heart and soul of being javanese, which I think is the most complex culture. It made me see how much strength the javanese women must possess. This book has opened my eyes in so many ways and it made me respect my origins, as we can never really stray that far from where we come from.


    5. Mungkin salah satu novel Indonesia terbaik yang pernah saya baca. Berfokus pada perkembangan sebuah keluarga priyayi di Wanagalih, Jawa Timur, ini buku yang sarat dengan tradisi dan budaya Jawa. Walau kandungan darah Jawa dalam diri saya 0%, banyak tema maupun nilai-nilai universal yang dapat saya apresiasi (*sedangkan bagi pembaca berdarah Jawa, pastinya akan semakin bisa memaknainya). Tidak ada keterangan seperti catatan kaki untuk menjelaskan berbagai dialek dan nama panggilan kedaerahan yang [...]


    6. novel otokritik yang paling jujur yang pernah saya baca. Umar Kayam mengungkap kejujuran sebuah hipokrisi dengan sangat halus. lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pembacanya, tanpa [...]


    7. Buku ini sangatlah mengagumkanKehidupan yang penuh dengan cerita dan lika-likunya itu di kupas habis oleh Umar Kayam. Priyayi yang kumengerti dalam novel ini adalah merupakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan terdidik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan disekolahan. karakter-karakter dalam novel ini mempunyai kepribadian mereka masing-masing. Dan yang paling mengagumkan adalah Sastrodarsono dan Lantip. Mereka berdua memperlihatkan daya tarik tersendiri dalam novel ini. Mereka mempuny [...]


    8. to love is not only admiring the beautybut also understand the ugliness. never be afraid to laugh at yourself. i'm a javanese who didn't know anything about my culture until i read this book. salute to Pak Umar Kayam who dare to laugh at his own culturedan bukan 'cinta buta' (baca: fanatisme) belakahehe.


    9. Mungkin aku akan sedikit subjektif dalam menilai buku ini. Latar tempat novel ini adalah di sebuah kabupaten fiktif seputaran Madiun, mungkin Ngawi, mengingat ini adalah tempat kelahiran Umar Kayam. Istri dan mertuaku sendiri berasal dari Madiun. Setelah sering berkunjung di seputaran Madiun dan menguasai sepatah dua patah bahasa Jawa, aku mulai bisa mendalami dan merasakan novel ini seperti yang diinginkan oleh penulisnya. Aku bisa merasakan bahwa pecel (yang dulunya tidak bisa kubedakan dengan [...]


    10. Kalau ditanya, kenapa aku jadi dosen (well, belum dosen tetap, sih), jawabannya adalah karena aku baca buku ini. Kebetulan sekali pas aku baca buku ini di tahun 1999, aku baru dapet 'brevet guru bantu', eh, maksudnya diangkat jadi asisten dosen.Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayiTentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. Bagian belakang, terutama t [...]


    11. ** Books 180 - 2014 **kalo diandaikan seperti makanan. buku inii paket sehat lengkap. 4 sehat 5 sempurna! berisi masing2 anggota keluarga yang bercerita disudut pandang mereka masing2 yang semuanya terjalin dengan ikatan satu keluarga besar sastrodarsono.ya sampe speechless baca novel ini! buku ini membawa saya dejavu membaca novel canting arswendo atmowiloto tapi buku ini jauhh jauhh lebih bagus! saya suka mulai konflik batin, konflik keluarga, cara bertahan hidup, prinsip jawa yang amat kental [...]


    12. In here, we can understand what the mean of "priyayi", a government workers who has a high reputation in the people evidences. "priyayi" is a hero to bring up the people glory.In this book, there're stories about a big family which started from Sastrodarsono, ex-farmer who can study in high level and build up a very attractive family.The most "priyayi" in this book is Lantip, a child from one of the Sastrodarsono's family who break the honour of a village girl. Lantip is the main actor in this b [...]


    13. Sewaktu pertama membaca buku ini sebenarnya bingung dengan cara bertutur yang berpindah-pindah dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Akan tetapi, setelah beberapa lembar pembacaan, akhirnya dapat juga! Ternyata seru banget membaca karya Umar Kayam ini! Jadi berpikir, apa sih makna priyayi sesungguhnya?


    14. Buku terakhir tahun 2015. Penuturan dan ceritanya "Jawa" banget tapi jadinya pas. Namun demikian, bukunya mudah dimengerti. Kekurangannya adalah belum adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah bahasa Jawa yang dipakai.


    15. Bear with Khayam to the end. Then continue with "Jalan Menikung". Hopefully you'll understand more about Javanese, one of Indonesia's ethnic and will eventually be able to differentiate "Indonesia" and "Javanese" (the two are kiwi and banana).


    16. Buku ini mengajarkan gw tentang arti "Priyayo" yang sesungguhnya."Priyayi" itu tidak ada dalam darah, tidak dibawa dalam gen. "Priyayi" ditunjukkan dalam perbuatan, hati, dan pikiran secara sadar.Bagus :)


    17. Umar Kayam Rock! Saya kira, inilah masterpiece-nya Umar kayam. HAl penting yang bisa diambil dari buku ini adalah "Bagusnya alur keturunan nggak selamanya sejalan dengan kelakuan.".


    18. Buku yang ngasih tahu aku tentang cara berfikir dan bertingkah laku orang Jawa. sebagai novel, buku ini nggak terlalu keren. Tapi sebagai buku antropologi: Top deh.



    19. Melalui mulut salah satu tokohnya, Umar Kayam berkata :aku tak percaya pada ideologi yang telah menumpahkan darah milyaran manusia


    20. Para Priyayi adalah salah satu buku lawas yang saya baca ulang tahun ini. Mulanya sederhana, karena saya kembali ke rumah pasca renovasi dan harus menata kembali tumpukan buku ke rak-raknya. Buku ini enak dibaca. Mungkin karena saya memiliki asosiasi etnisitas dengan alur ceritanya, sehingga beberapa filosofi tentang hidup, dan termasuk menjalani hidup 'apa adanya' nampak begitu dekat dengan petuah orang tua di rumah. Lalu siapa itu priyayi? Kelas sosial macam apa? Borjuis? Bohemian? Pseudo elit [...]


    21. Saat pertama kali membaca sinopsis buku ini, saya terpikirkan pembedahan secara kaku apa yang dimaksud dengan menjadi priyayi, bagaimana mereka berpenampilan layaknya kaum birokrasi elit di kerajaan maupun pemerintahan, dan bagaimana mereka berinteraksi dalam pengabdian mereka terhadap dua entitas tersebut. Itu hanyalah sebagian porsi kecil dari keseluruhan kisah buku ini. Yang saya dapatkan adalah arti menjadi priyayi, bukan apa itu priyayi. Mengabdi tidak hanya untuk birokrasi, tetapi yang ter [...]


    22. "Priyayi yang baik itu, Le, harus sadar akan rasa rikuh. Alangkah akan mengerikan bila seorang priyayi itu tidak punya rasa rikuh, kata Beliau selanjutnya. Dia akan tampil sebagai sebagai priyayi yang tidak punya kepekaan terhadap perasaan dan mungkin juga terhadap penderitaan orang lain. Priyayi yang tidak tahu rikuh itu, Le, di bawah lubuk hatinya adalah orang yang sesungguhnya serakah dan mau menang sendiri, tegas Beliau. Akan tetapi, rikuh tidak berarti tidak berani berbuat apa-apa, lho, Le. [...]


    23. Pertama kali melihat buku ini di mediatheque IFI Bandung. Langsung terpikat oleh desain sampul bukunya karena benar-benar Jawa sekali, dan tertarik setelah membaca resensi buku di belakangnya : Laluu apakah sesungguhnya Priyayi itu? Pandangan dunia kelas menengah elite birokrasi? Sekedar gaya hidup? Atau kesemuanya?Setelah membaca halaman pertama buku tersebut, saya agak dibuat bingung, karena alur penceritaan buku ini adalah berdasarkan tokoh. Bukan penggabungan seluruh cerita per-bab. Awal mul [...]


    24. Novel ini bukan sekadar fiksi, tetapi juga sebuah novel etnografi. Novel etnografi menggambarkan kehidupan sosial budaya sebuah masyarakat dengan kemasan fiksi, dalam hal ini masyarakat Jawa yang begitu dekat dengan diri saya. "Kalau mau tahu masyarakat Jawa itu seperti apa, baca saja novel Para Priyayi," kata dosen saya di kelas menulis kreatif.Novel yang bercerita tentang keluarga besar Sastrodarsono ini menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Jawa sejak masa kolonial Belanda, kolonial Jep [...]


    25. Sangat mendetail di bagian ke-"jawa"-annya terutama di bagian "priyayi". bagaimana priyayi berbicara, pandangan hidupnya, dan seperti apa keluarganya. Entah kenapa membaca buku ini lebih mirip propaganda di bagian belakang, seakan dengan penulis yang berbeda. tapi nilai positifnya, buku ini semacam menjadi titik terang bagi kaum priyayi yang mungkin jarang dilihat dalam kacamata sejarah. Sepintas teringat eksekusi kaji mansyur seperti teringat eksekusi amir syarifuddin, pendeta komunis itu. Alur [...]


    26. ,novel yang mengangkat nilai luhur budaya jawa, dimana peran keluarga sangat vital dalam membentuk karakter anggota keluarganya. Karena Setiap orang dituntut untuk menjaga nama baik keluarga karena bila ada anggotannya yang membuat 'aib' maka yang harus dihadapi dahulu adalah keluarga besarnya. Tatanan seperti inilah yang sebenarnya diperlukan untuk ikut mengendalikan perilaku generasi muda yang notabene tidak mau diatur dan menganggap generasi tua adalah kolot,Novel ini menceritakan tentang lik [...]


    27. Dalam karya ini Umar Kayam berhasil menggambarkan kehidupan priyayi Jawa dari masa ke masa. Bagaimana pengaruh darah berdampak pada status sosial pada zaman dulu dan sekarang. Dinamika priyayi tergambar jelas dalam cerita ini. Umar Kayam seakan menunjukkan bahwa kehidupan priyayi Jawa tidak melulu indah. Ada upaya untuk mempertahankan martabat keluarga dan bagaimana cara menjadi priyayi itu sendiri. Mengulang membaca karya ini pun tidak pernah terasa membosankan!


    28. Ternyata ada juga tokoh fiksi yang bisa menyaingi Minke-nya Tetralogi Buru dalam hal karakter: Lantip. Bersemangat dalam pengabdian kepada masyarakat wong cilik dengan menolak paham golongan kiri dan malah condong kanan. Bahkan pada akhirnya, apa itu priyayi malah tidaklah penting baginya. Memang nama yang keren. Lantip.


    29. Detail cerita yang menarik dan disusun dengan apik. Mampu mengugah rasa bagi yang membaca. Memang karya sastra lama itu indah.


    Leave a Reply