Arok Dedes

Arok Dedes

Pramoedya Ananta Toer / Aug 21, 2019

Arok Dedes Kisah Arok Dedes adalah kisah kudeta pertama dalam sejarah kita Kudeta unik ala Jawa penuh rekayasa kelicikan lempar batu sembunyi tangan yang punya rencana menjadi orang terhormat yang tak terliba

  • Title: Arok Dedes
  • Author: Pramoedya Ananta Toer
  • ISBN: 9789798659119
  • Page: 373
  • Format: Paperback
  • Kisah Arok Dedes adalah kisah kudeta pertama dalam sejarah kita Kudeta unik ala Jawa, penuh rekayasa kelicikan, lempar batu sembunyi tangan, yang punya rencana menjadi orang terhormat yang tak terlibat malah menjadi korban yang ditumpas habis.

    Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer Arok Dedes ini adalah buku Pram pertama baru pertama yang aku selesai baca Aku suka, karena mengulas sejarah Jauh berbeda memang dari cerita yang kita temui di buku buku sejarah sekolah yang membuat kita bertanya, mana yang sebenarnya dimanipulasi. Ken Arok Kris of Mpu Gandring And so Ken Arok was able to kill Tunggul Ametung, take Ken Dedes to be his wife, and proclaim himself the new ruler of Tumapel The ambition of Ken Arok did not stop in Tumapel In , at the battle of Ganter, he defeated king Kertajaya Ken Dedes Ken Dedes She was the consort of Ken Arok, the first ruler of Singhasari, Java, Indonesia She was later considered the origin of the lineage of kings that rule Java, the great mother of the Rajasa dynasty, the royal family that ruled Java from the Singhasari to the Majapahit era Local tradition mentioned her as an embodiment of perfect beauty. Ken Arok Ken Dedes Episode YouTube Oct , Selamat Menonton Tonton Full Episode Nya Di Sini Like, Share Subscribe karena dari channel ini setiap hari ada tayangan The Ideal of Casteless Language in Pramoedya s Arok Dedes In the opening Arok Dedes, Suatu tekanan berat telah memaksa chapters of the novel, it is the lowest born caste who Ken Dedes berlutut di hadapan umum dan mengang question the gods of interior Java, those who do not kat sembah. Ken Arok Dedes Profiles Facebook People named Ken Arok Dedes Find your friends on Facebook Log in or sign up for Facebook to connect with friends, family and people you know Log In or Sign Up See Photos Ken Arok Dedes See Photos Ken Arok Dedes See Photos Ken Arok Dedes See Photos Ken Arok Dedes ken SMA Arok Dedes bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Arok Dedes adalah salah satu novel karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan Akuwu Tumampel, Tunggul Ametung Dalam buku yang diterbitkan pada tahun ini, Pram Sinopsis Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer Gratis Sinopsis Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer Gratis Ebook Novel Pramoedya Ananta Toer diasingkan di Pulau Buru, Maluku, selama tahun, dari sampai Disana dia tetap menulis dan menulis, karena menurut dia, itulah tanggung jawab dia sebagai orang Indonesia.

    • Best Read [Pramoedya Ananta Toer] ↠ Arok Dedes || [Children's Book] PDF ✓
      373 Pramoedya Ananta Toer
    • thumbnail Title: Best Read [Pramoedya Ananta Toer] ↠ Arok Dedes || [Children's Book] PDF ✓
      Posted by:Pramoedya Ananta Toer
      Published :2018-010-12T19:01:40+00:00

    About "Pramoedya Ananta Toer"

      • Pramoedya Ananta Toer

        Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people A well regarded writer in the West, Pramoedya s outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre reformation era For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, the New Order regime of Suharto, he faced extrajudicial punishment During the many years in which he suffered imprisonment and house arrest, he became a cause c l bre for advocates of freedom of expression and human rights.Bibliography Kranji Bekasi Jatuh 1947 Perburuan The Fugitive 1950 Keluarga Gerilya 1950 Bukan Pasarmalam 1951 Cerita dari Blora 1952 Gulat di Jakarta 1953 Korupsi Corruption 1954 Midah Si Manis Bergigi Emas 1954 Cerita Calon Arang The King, the Witch, and the Priest 1957 Hoakiau di Indonesia 1960 Panggil Aku Kartini Saja I II 1962 The Buru Quartet o Bumi Manusia This Earth of Mankind 1980 o Anak Semua Bangsa Child of All Nations 1980 o Jejak Langkah Footsteps 1985 o Rumah Kaca House of Glass 1988 Gadis Pantai The Girl from the Coast 1982 Nyanyi Sunyi Seorang Bisu A Mute s Soliloquy 1995 Arus Balik 1995 Arok Dedes 1999 Mangir 1999 Larasati 2000


    767 Comments

    1. Tau ya sejarah kerajaan Singosari yang didirikan Ken Arok? juga pasti tahu sapa Empu Gandring dan buah karya kerisnya yang melegenda dan bikin heboh wangsa Rajasa. Yup, kisah berdirinya salah satu kerajaan besar di tanah Jawa, Kerajaan Singosari, diajarkan di buku-buku sejarah waktu kita duduk di bangku sekolah.Salahsatu sumber sejarah yang dipakek buku sejarah di sekolah adalah kitab Pararaton, sebuah kitab yang isinya kisah raja-raja Jawa. Dulu saya sempat nanyak, mungkin ndak sih, seorang pen [...]


    2. Arok is not portrayed completely in this novel. Pram avoids intimacy with Arok's character writing, as opposed to Dedes. We get a complete picture of Dedes a human being with feelings, lust, even her desire and satisfaction of power, and her fear and sadness of losing it to Arok. On the other hand, Arok's depiction is only of how he tried to obtain control and power, never with clear internal motive, not completely without. The novel is written in a way that readers will be absorbed in history. [...]


    3. Membaca novel ini saya serasa melihat semacam behind the scene berbagai gonjang-ganjing politik yang pernah terjadi di negara ini. Ingatan saya pertama-tama langsung tertuju pada peristiwa 30 September 1965, lalu penggulingan Presiden Gus Dur 2001, Reformasi 1998, dan perseteruan-perseteruan para pendiri bangsa pada masa-masa awal kemerdekaan.Pram mengisahkan keperkasaan Arok dengan pendekatan yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah saya dengar dan baca waktu di sekolah dasar dahulu. Kalau [...]


    4. Rasionalitas dari legenda Arok – Dedes menurut Pramoedya Ananta Toer" Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak dari tanganmu. Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secukupnya dari peristiwa itu "~ Pramoedya Ananta Toer ~Ini adalah sekelumit kalimat Loh Gawe untuk Arok yang dibahasakan oleh Pram dlm novel Arok Dedes. Sebelumnya aku telah membaca Tetralogi Pulau Buru ( Bumi Manusia, An [...]


    5. Cerita Ken Arok yang melatarbelakangi berdirinya Kerajaan Singosari pertama kali disiarkan dalam Serat Pararaton dalam bentuk dongeng dan diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Kuno yang banyak menganut kepercayaan Hindu. Dalam serat tersebut disebutkan bahwa Ken Arok membunuh Tunggul Ametung demi mendapatkan Ken Dedes dengan keris yang dibuat oleh Mpu Gandring setelah sebelumnya membunuh Mpu tersohor itu. Serat ini menjadi acuan dalam penulisan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara.Namun berbeda d [...]


    6. cfcgourmet/2012/0"Tak ada yang bisa bantah Sri Erlangga seorang pembangun besar. Satu yang pada waktunya akan Bapa Mahaguru katakan: hanya satu yang tidak pernah dibangunkannya kedudukan kaum brahmana ", ujar Arok saat diuji oleh Dang Hyang Lohgawe, pada akhir masa pembelajarannya. Saat itu Arok adalah satu-satunya murid Dang Hyang Lohgawe (atau malah untuk selamanya), yang pada umur 20 tahun telah mampu menghafal semua ajaran Brahmana itu. Dan ia terlalu berani, karena ia menentang dan berniat [...]


    7. Membaca buku-buku Pram, adalah membaca sejarah dengan sajian berbeda. Lebih lezat, dengan garnis cantik, dan jelas bergizi tinggi. Jika kita biasa menelan sejarah seperti yang disuguhkan buku-buku dan dikoarkan guru saat duduk di bangku sekolah, bersiaplah menerima kejutan dan dipaksa membuka mata karena sejarah yang ditulis dalam bentuk roman oleh Pram ini menuturkannya lebih realistis sekaligus rumit.Realistis karena tak ada yang namanya kutukan keris Empu Gandring yang akhirnya membunuh Tungg [...]


    8. Buku yang tidak akan cukup dibaca satu kali untuk memahami isinyaKerajaan-kerajaan di nusantara adalah latar belakang cerita inian segala intrik politik; menggulingkan dan membangun pemerintahannya kembalitak bisa dibayangkan bagaimana seorang Pramoedya Ananta Toer menulis epik sejarah ini dalam keadaan yang prihatin dan fasilitas yang pastinya terbatas, padahal ini sangat dibutuhkan para penulis (pada umumnya) untuk menuangkan ide kreatifnya, dan di penjara pulau Buru tahun 1977-an Arok Dedes l [...]


    9. Aku bukan penggemar fanatik Pram. Kalo pun aku mengoleksi beberapa, cuma karena aku tidak ingin dikatakan ketinggalan dari membaca penulis sastra indonesia kelas dunia, spt seorang Pram. Arok Dedes ini adalah buku Pram pertama (baru pertama) yang aku selesai baca. Aku suka, karena mengulas sejarah. Jauh berbeda memang dari cerita yang kita temui di buku-buku sejarah sekolah (yang membuat kita bertanya, mana yang sebenarnya dimanipulasi?). Di sini Pram membawa kita pada versi sejarahnya sendiri, [...]


    10. menurut saya, ini bukan karya terbaik pram.tapi yang saya suka adalah bahwa bahan-bahan untuk menulis ini jelas: pararaton. maksud saya, saya suka dengan cara pak pram mempersiapkan tulisan: pake riset.[memang pararaton tidak terlalu lengkap bercerita mengenai jaman ken arok karena kitab itu ditulis pada beberapa abad kemudian, yakni pada jaman majapahit. sehingga banyak imajinasi pengarang yang masuk. gejala yang sama kita amati di karyanya yang lain 'arus balik']yang dilakukan pak pram di sini [...]


    11. Kalau disuruh mendeskripsikan seperti apa roman "Arok Dedes" ini, mungkin kata 'passionate' dan 'fascinating' cukup mewakili. Penggambaran luar biasa akan dunia dimana budaya Indonesia-Hindu-Buddha masih kental terasa. Roman yang mengingatkan kembali siapa bangsa Indonesia sebenarnya.


    12. Jika mengandalkan ingatan terhadap apa yang disajikan buku teks di sekolah dasar, maka kisah yang dibawakan Pram di sini memiliki beberapa perbedaan, yaitu perihal keris Empu Gandring dan kisah cinta Arok dan Dedes (selain itu saya tidak ingat perbedaan apa lagi). Pram mengangkat kisah Arok-Dedes murni sebagai roman politik, tentang kudeta yang pertama kali dilakukan di Nusantara (sekitar tahun 1220 Masehi). Menarik ketika menyadari bahwa bahkan proses menuju kudeta pertama di Nusantara pun tela [...]


    13. Sepertinya di dalam setiap novel Pram, selalu ada tokoh perempuan yang mandiri, tangguh dan tidak mau (di)tunduk(kan). Bagaimana seorang Dedes ketika diculik dan dinikahi paksa oleh Tunggul Ametung, sikapnya teguh melawan meskipun tidak secara fisik. Juga ada tokoh Umang yang digambarkan sebagai pemanah yang tangguh dan hidup dalam kondisi perang.Ngomong2, soal intrik politik dan kerajaan yang menjadi setting Arok Dedes, jadi mengingatkan saya pada film-film korea hehehe. Jadi berbagai perebutan [...]


    14. This is the first book that make me know what kind of socio-realism fiction is. this book makes me in love with Pramoedya. how he described the rebellion of Ken Arok which was really different with what I known before. since I was child, my parents gave books to make me love reading. one of the book is about Ken Arok from myth point of view. for many years it was I believed. the succeeded of Arok's rebellion was because of Gandring's keris. therefore, I got confused when I read Toer's Arok Dedes [...]


    15. Keren. Akhirnyaaa. Ada juga novel Pak Pram yang gue ngerti. Hahaha.Di mana-mana, kalo agama udah dijadiin alat berpolitik tuh yaaa susah yaa Kayak pas zaman ini. Pantesan aja, dari dulu gue suka bingung, kenapa raja-ratu Jawa bisa disamain sama dewa Hindu sampe ada arcanya? Terus kenapa cerita kayak Mahabharata dan Ramayana bisa beda versinya sih yang India sama yang Jawa punya? Ternyata di sini gue mendapatkan jawaban yang masuk akal. Yaaa ada kaitannya sama politik itu. Memang dari dulu sejara [...]


    16. membaca buku ini mengingatkan saya pada cerita2 bapak saya pada waktu saya kecil, tentang kisah seorang pemuda nakal yang berhasil menjadi raja dengan berbagai akal dan kecerdikannya. sebuah cerita yang menjadi mitos dan legenda, dengan berbagai kisah2 klenik tentang kesaktian Keris Empu Gandring, kisah pengkhianatan terhadap Tunggul Ametung, cantiknya Ken Dedes dengan bagian Vaginanya yang bercahaya (katanya merupakan simbol ratu yang akan melahirkan keturunan Raja2 di Jawa, hehe), kebodohan Ke [...]


    17. Sepertinya taktik Arok dalam menjatuhkan Tunggul Ametung masih cukup baik untuk di terapkan politik praktis negeri ini.1. Perbedaan Ametung dengan Arok adalah, jika Ametung mengirim pengikut setianya mati dalam perang, Arok menjaganya.2. Arok dekat dan mewakili semua kelompok masyarakat, sudra,satria,petani,budak,dan di restui brahmana.Kemenangannya atas ametung kerja keras seluruh lapisan tersebut.3. Ilmu pengetahuan membuat Arok menapak hingga menjadi penguasa tertinggi tumapel.4. Masuk ke dal [...]


    18. tiap ada yang mo minjem ni buku, gw selalu bilang sama mereka: "selamat menyelam bersama Om Pram" sayang, sekarang gw gak inget ni buku ada di siapa :( buat yang ngerasa minjem, pliiiss balikin donk buku gw!!! btw Arok Dedes adalah satu buku yang ngga akan lo tinggalkan sampe lo selesai baca!! percaya deh


    19. pram berhasil memutar balik otak danpandangan kabur kita mengenai sejarahjawa, dengan LuGaS!!arok adalah wakil sosok muda anti kemapanan,berontak terhadap kesewenangan kekuasaan. selesaikan buku ini dengan sekali bukaseperti karya2 pram kebanyakankau!!



    20. Penulis : Pramoedya Ananta ToerGenre : RomanPenerbit : Lentera DipantaraBahasa : Indonesia553 halaman, soft cover, 2009Roman Arok Dedes bukan roman mistika-irasional (kutukan keris Gandring tujuh turunan). Ini adalah roman politik seutuh-utuhnya. Berkisah tentang kudeta pertama di Nusantara. Kudeta ala Jawa. Kudeta merangkak yang menggunakan banyak tangan untuk kemudian memukul habis dan mengambil bagian kekuasaan sepenuh-penuhnya. Kudeta licik tapi cerdik. Berdarah, tapi para pembunuh yang s [...]


    21. Aku pertama kali mengenal karya Pramoedya Anata Toer saat zaman kuliah dahulu. Kala itu aku membaca Tetralogi Pulau Buru-nya yang fenomenal: Bumi Manusia, dan saat itu juga aku terpukau pada kejeniusannya dalam menulis. Beberapa hari yang lalu, saat aku ditugaskan ke Pulau Kundur—sebuah pulau kecil yang merupakan bagian dari Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau —di sebuah kedai buku kecil dekat pelabuhan, aku mendapati karya beliau yang lainnya: Arok Dedes. Sama halnya dengan Bumi [...]


    22. 31 tahun setelah berakhirnya Revolusi Perancis, magnum opus Isidore Marie Auguste François Xavier Comte dengan judul Cours de Philosophie Positive pertama kali diterbitkan secara berkala dari tahun 1830-1842.Salah satu pokok gagasan di dalam karya tebalnya (6 volume) itu ialah ide mengenai perkembangan akal budi manusia yang juga dikenal dengan sebutan "The Law of Three Stages".Secara singkat, tesis tiga tahapan itu adalah berikut:1. Tahap Teologis; di mana manusia menjelaskan fenomena-fenomena [...]


    23. betapa oh betapa. kisah sejarah selalu saja memiliki versinya masing-masing. dan ini adalah sudut pandang lain yang mendekati pada realitas aslinya. kisah arok dedes ini berbeda dari yang selama ini diyakini dan diyakinkan untuk diyakini oleh seluruh masyarakat. pada pendidikan mula, kisah arok adalah tentang bunuh membunuh dan kutukan empu gandring. tapi nyatanya, kisahnya berbeda jauh dari apa yang disampaikan oleh buku-buku itu. kisah umang-arok-dedes-tunggul ametung adalah kisah tentang meng [...]


    24. Fiksi tetap fiksi. tapi adakah buku sejarah yang bisa menggambarkan sebuah kisah tentang seorang "sudra" yang marak menjadi raja dan melahirkan keturunan-keturunan besar penguasa mataram, majapahit bahkan Demak. Itu hanya mungkin dari sosok sudra, berlaga satria, berhati brahmana yang bersitrikan seorang brahmani suci laiknya Ken Dedes. Bukan dari seorang brandalan, perampok tak jelas seperti termaktub dalam buku-buku sejarah mulai dari SD-SMA. Yang melakukan kudeta dgn menggunakan keris dari ba [...]


    25. Saya mau kasih rating 4,5, tapi saya pikir bulatkan saja ke atas. Sebab begini: jalan dan detil ceritanya terlampau hebat untuk diabaikan, tetapi karakter Arok sepertinya misterius sekali -- sehingga sulit untuk mengambil pelajaran dari karakternya. Saya berpikir kalau karakter dari Arok sesungguhnya bisa lebih dalam lagi, setidaknya sedalam dari karakter Dedes. Atau mungkin, apakah sebagai lelaki sesungguhnya tidak memerlukan pengalaman yang mendalam untuk bisa mewujudkan suatu perubahan, tingg [...]


    26. I have to say that this is the best novel I have ever read.The story of Ken Arok taking the throne of Singosari Kingdom has been passed for decades on Indonesian national history, focusing on the mystical Kris of Empu Gandring. Pramoedya, however, takes a bold disparate perspective of the story, focusing on the political movement surrounding the first coup in the land of Java. The bloody story is then enriched with elements of politics, military, culture, treachery, and even religion. It was qui [...]


    27. I admire the ability of Pram to produce this scholarly work. 13th century Java, the people are feed up with the corrupt Governor, there are a number of people manoeuvring for his position and a rebellion forms.Arok is the leader of the rebellion, his motive seems to simply remove the corruption and the adherence to a false God. He is blessed with all sorts of talents but is unemotional for the main.Dedes is the beautiful Consort of the Governor. She was a peasant before being kidnapped and made [...]


    28. Mengagumkan sekali. Tokoh-tokohnya pun terasa nyata, dekat, dan mungkin ada di mana-mana, di sekitarku. Bahkan, saya sempat beberapa kali terbawa jalan cerita, menempatkan diri sebagai Arok yang perkasa nan bijaksana. Atau menjadi Dedes yang anggun namun sombongnya minta ampun tapi kelakuannya tetap bisa dimaklumi: darah brahmani gitu lho. Untungnya, saya belum sanggup membayangkan diri menjelma menjadi tokoh-tokoh lainnya. Mungkin karena saya memang tak selicik mereka, haha.Sembah sujud sekali [...]


    29. sayangnya buku ini hanya menceritakan sampai arok berhasil merebut tahta tumapel dan menggulingkan tunggul ametung! expektasi saya buku ini akan menceritakan kehebatan ken arok dalam menaklukan kediri dan dibunuh anusapati, di buku ini agak kecewa juga dengan kenaifan ken dedes yang sedikit banyak lebih memikirkan diri sendiri dan sayang nya dia lah yang ditasbihkan sebagai ibu para raja jawa bukan umang yang notabene prajurit tapi bukan dari kasta brahmana


    Leave a Reply