Zaman Peralihan

Zaman Peralihan

Soe Hok Gie Kuntowijoyo / Jul 16, 2019

Zaman Peralihan Berisi kumpulan tulisan tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto Tulisan tulisan tersebut merupakan tulisan Soe Hok Gie yang biasa dijumpai di medi

  • Title: Zaman Peralihan
  • Author: Soe Hok Gie Kuntowijoyo
  • ISBN: null
  • Page: 265
  • Format: Paperback
  • Berisi kumpulan tulisan tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto Tulisan tulisan tersebut merupakan tulisan Soe Hok Gie yang biasa dijumpai di media massa terbitan tahun 60 an, seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya Jumlah artikel tulisan Soe Hok Gie yang dibukukan tersebutBerisi kumpulan tulisan tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto Tulisan tulisan tersebut merupakan tulisan Soe Hok Gie yang biasa dijumpai di media massa terbitan tahun 60 an, seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya Jumlah artikel tulisan Soe Hok Gie yang dibukukan tersebut mencapai sepertiga bagian dari keseluruhan tulisan yang pernah ia buat.

    • [PDF] Download ✓ Zaman Peralihan | by ↠ Soe Hok Gie Kuntowijoyo
      265 Soe Hok Gie Kuntowijoyo
    • thumbnail Title: [PDF] Download ✓ Zaman Peralihan | by ↠ Soe Hok Gie Kuntowijoyo
      Posted by:Soe Hok Gie Kuntowijoyo
      Published :2018-010-11T08:10:00+00:00

    About "Soe Hok Gie Kuntowijoyo"

      • Soe Hok Gie Kuntowijoyo

        Soe Hok Gie 17 Desember 1942 16 Desember 1969 adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962 1969.Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu yi dalam bahasa Mandarin.Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran 1983.Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya Sekitar 35 karya artikelnya kira kira sepertiga dari seluruh karyanya selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan Bentang, 1995.Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah Sebelumnya, skripsi S1 nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang orang di Persimpangan Kiri Jalan Bentang, 1997.Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.Hok Gie meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis, di puncak Gunung Semeru akibat menghirup asap beracun gunung tersebut.John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie A Biography of A Young Indonesian Intellectual Australian National University, 1997.Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film Gie.


    727 Comments

    1. Zaman Peralihan memuat artikel-artikel yang ditulis oleh Soe Hok Gie. Soe adalah seorang pemikir yang mempunyai sikap tegas terhadap kebenaran. Soe menganalisis keadaan dari berbagai segi, tidak hanya ideologi semata, tetapi juga melihat dari persoalan ekonomi, sosial politis, dan sebagainya. Salah satu artikelnya yang paling saya sukai adalah tentang bagaimana situasi atau keadaan yang pernah dialami oleh suatu generasi sulit dilepaskan dan mempengaruhi cara berpikir generasi tersebut terhadap [...]



    2. Overall buku ini sangat bagus buat dibaca. Membaca buku ini secara keseluruhan, diibaratkan membaca kliping artikel koran yang telah ditulis oleh Soe Hok Gie selama menjadi mahasiswa sampai dia menjadi dosen Fakultas Sastra UI. Bagaimana pandangan dia yang humanis terhadap beberapa aspek kehidupan. Dalam buku ini dikategorikan beberapa bagian sesuai dengan tema dan topik yang dibicarakan didalamnya. Bagian pertama adalah masalah kebangsaan, bagian kedua adalah masalah kemahasiswaan, bagian ketig [...]


    3. Untuk yang ingin tau tulisan-tulisan Soe Hok Gie, wajib baca ini.Buku ini di beri judul “Soe Hok Gie – Zaman Peralihan” terbitan Gagas Media tahun 2005, dan di editori oleh Stanley dan Aris Santoso. Selain itu terdapat pula pengantar dari Dr. Kuntowijoyo.Buku ini membagi tulisan-tulisan Soe Hok Gie menjadi 3 bagian, yaitu:Bagian I : MASALAH KEBANGSAAN1. Di Sekitar Demostrasi-Demonstrasi Mahasiswa di Jakarta2. Moga-Moga KAMI Tidak Menjadikan Neo-PPMI (Menyambut Dua Tahun KAMI)3. Menaklukkan [...]


    4. "Mereka yang membiarkan dan berdiam diri terhadap kejahatan, pada hakikatnya berbuat kejahatan” – Soe Hok GieBuku “Zaman peralihan” ini berisi kumpulan tulisan-tulisan dari salah satu aktivis 1965 bernama Soe Hok Gie. Nama Gie sudah cukup terkenal terutama di telinga mahasiswa “aktivis” dari masa ke masa. Buku ini dibagi dalam empat bab dengan pembagian : kebangsaan, kemahasiswaan, kemanusiaan, dan catatan Gie selama studi di Amerika.Sesuai dengan cita-citanya sebagai ‘manusia beba [...]


    5. Melalui kacamata Gie kita melihat kembali ke periode sejarah Indonesia yang penuh dengan paradoks: dinamika dan ketidakpastian, dimana raksasa2 politik macam PKI, dan Presiden Soekarno mewarnai dunia politik dan masyarakat Indonesia dengan retorika2 revolusi yang di mata Gie sama sekali tidak berisi. Sungguh suatu dunia yang sangat lain dengan sekarang. Kemudian kejatuhan raksasa2 tersebut yang turut dibantu oleh Gie dkk membawa orde baru bagaikan mesin ke tampuk kekuasaan, slogan2 anti-nekolim [...]


    6. Sumpah serapahku untuk yang pinjam buku ini dan belum mengembalkannya, sebab buku ini jauh lebih berguna daripada CSD. Seperti kebanyakan opini yang datang dari jaman dulu, realita zaman rupanya enggak berubah. Pesan-pesannya tetap relevan. Sebab rakyat bangsa Hedonesia ini memang bebal rupanya.Omong-omong, (untuk pustakawan yang menambah buku ini) terbitan pertamanya bukan 2007 deh?


    7. Banyak kritiknya yang masih relevan hingga kini. A great book that helps you understand Indonesia in its period transition, from the Old Order to the gleaming, hopeful New Order. Gie's optimism of the New Order makes you wonder whether this period, the Reformasi, will face the same fate as its predecessor.


    8. Kumpulan tulisan-tulisan Soe Hok Gie yang dimuat di koran-koran. Inspiratif dan menggugah. Seperti biasa Gie sangat menggugah dalam hal kemanusiaan. Tulisan-tulisan ini ditulis secara gamblang dan tajam tetapi memang apa adanya.


    9. menyelesaikan buku ini dengan merenung lamahan-keresahan Gie yang dituangkan dalam tulisan, diwujudkan dengan tindakan, puluhan tahun berlalu, tapi apa yang dikritisi Gie masih berkaitan, bisa kita rasakan sampai sekarang.


    10. Such a great book, ini baru buku. Saya selalu suka tulisan SHG karena merupakan catatan harian yang berusaha untuk bercerita. Tidak sembarang cerita, namun cerita yang selalu menumbuhkan idealisme kita sebagai bagian bangsa.


    11. tulisan-tulisan GIE, salah satunya yang kuingat adalah ketika ia menulis dengan judul dosen-dosen kita. carut marutnya kampus UI membuatnya gerah dan melawan.



    12. Buku ini menampilkan tulisan Gie yang terasa lebih dewasa, tajam, dan mendalam dibandingkan Catatan Seorang Demonstran yang citarasa personalnya lebih kuat.


    13. Berisi kumpulan artikel yang pernah ditulis oleh Soe Hok Gie. Tulisan2nya tajam serta gak pernah ragu untuk menyebut nama langsung pihak yang diserang.



    14. so far menarik menggugat semangat kebangsaan pemuda.uh. lagi-lagi pemuda jadi agent of change atau apalah namanya :)





    Leave a Reply